MENYAMBUT TARGET 1 JUTA UNIT PROPERTI SYARIAH

Gejolak bisnis property di masa pandemi ini telah menunjukkan performance yang prima dari model bisnis properti syariah. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh para member DPS sendiri, tapi juga diakui oleh pihak lain.

Wasekjen DPP REI Royzani Syachril, mengakui bahwa sistem syariah membuat developer bisa lebih bertahan di saat pandemi. Pasar properti syariah semakin berkembang khususnya di subsektor residensial/hunian (http://rei.or.id/newrei/berita-edukasi, 22/10/20).

Fenomena tersebut bisa dimaklumi karena penawaran sistem syariah di saat pandemi lebih menguntungkan bagi konsumen daripada sistem konvensional.

Cicilannya fixed, aman dari riba, bila terjadi kredit macet tidak langsung disita, rumah tetap diperhitungkan nilai jualnya dan fleksibel penyelesaiannya, menjadi daya tarik kuat bagi konsumen.

Fakta empiris tersebut menunjukkan bahwa skema bisnis DPS (#TanpaBank, #TanpaRiba, #TanpaDenda dan #TanpaSita) mampu bersaing. Bahkan terbukti tangguh dalam menghadapi krisis seperti saat pandemi ini.

Karenanya, Asosiasi DPS (ADPS) tancap gas terus dalam rangka meraih targetnya, yaitu 1 juta unit property syariah sampai tahun 2025.

Seperti langkah ADPS yang hari ini (Rabu, 3/02/21) akan menyelenggarakan webinar zoom ”Solusi Permodalan 1 Juta Unit” dalam rangka menjalin kerja sama (syirkah) dan menggarap lahan potensial namun terkendala finansial.

Tentu saja tidak hanya itu. Paling tidak ada dua langkah terobosan lagi dari ADPS untuk menyambut target 1 juta unit property syariah.

Pertama, ADPS akan merealisasikan model bisnis properti syariah yang solid sehingga aman dan amanah. Untuk itu, ADPS akan menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi secara berkala (audit setiap tahun layaknya ISO).

Standarisasi dan sertifikasi ini sangat penting. Karena untuk mendapatkan keamanan bisnis member ADPS sendiri. Juga untuk mendapatkan trust dari calon konsumen dan masyarakat apalagi di tengah isu: developer properti syariah bodong!

Selain menerapkan standarisasi dan sertifikasi, ADPS juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai akad yang 100% syar’i dan tips-tips agar tidak tertipu. Jangan sampai beli rumah syariah malah dapat masalah!

ADPS juga akan memberikan akses informasi kepada masyarakat tentang developer yang sudah menjadi member ADPS (yang sudah tersertifikasi), nama dan lokasi project-nya sehingga juga dapat membantu kinerja marketing.

Kedua, ADPS juga membuka diri untuk siapa saja yang ingin ambil bagian dalam bisnis property syariah ini, termasuk para developer konvensional yang ingin hijrah. Baik dengan membuka project baru maupun untuk mengatasi project mangkrak.

Tentu saja mereka harus mengikuti proses pembinaan, standarisasi dan sertifikasi ADPS. Agar model bisnis properti syariah yang solid, aman dan amanah terealisasi.

Demikianlah langkah-langkah ADPS dalam rangka menyambut target 1 juta unit properti syariah sampai tahun 2025. Dimana peran serta member DPS sangat menentukan kesuksesannya.

Oleh sebab itu, jangan lupa ikuti webinar ADPS hari ini (Rabu, 3/02/21) tentang ”Solusi Permodalan 1 Juta Unit” untuk menjalin kerja sama (syirkah) dan menggarap lahan potensial yang terkendala finansial. [Hj]